
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menenggelamkan sembilan kapal perang Iran serta menghancurkan sebagian besar pusat komando angkatan laut Iran dalam operasi militer terbaru terhadap negara tersebut.
Trump mengatakan, "Saya baru saja mendapat laporan bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya berukuran relatif besar dan penting. Dalam sebuah serangan yang berbeda, kami menghancurkan sebagian besar pusat komando angkatan laut mereka (Iran),".
Ia juga menyatakan bahwa militer AS tengah memburu sisa armada angkatan laut Iran.
Sebelumnya kepada Fox News, Trump menyampaikan bahwa 48 pejabat tinggi Iran tewas dalam serangan AS-Israel atas Iran.
Operasi Epic Fury dan Serangan ke Iran
United States Central Command atau CENTCOM menyatakan pasukan AS menyerang kapal korvet kelas Jamaran milik Iran pada awal kampanye militer yang dinamai Operation Epic Fury dan diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat.
CENTCOM menyebutkan, "Kapal itu saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman di sebuah dermaga di Chah Bahar,".
Militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang lebih dari 1.000 target di Iran sejak memulai operasi tersebut, termasuk markas besar Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps.
Pada Sabtu malam, pesawat siluman pengebom B-2 milik AS yang dipersenjatai bom seberat 2.000 pon menyerang fasilitas rudal balistik Iran yang memiliki pertahanan kokoh.
Korban dan Serangan Balasan
CENTCOM juga membantah klaim Iran yang menyatakan telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik.
CENTCOM menegaskan, "Kapal induk Lincoln tidak terkena serangan. Rudal-rudal yang diluncurkan bahkan jatuh jauh dari kapal induk tersebut,".
Dalam operasi militer tersebut, tiga tentara AS dilaporkan gugur saat bertugas dan lima lainnya mengalami luka parah.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan udara berskala besar terhadap Iran pada Sabtu pagi yang kemudian memicu serangan balasan Iran menggunakan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
- Penulis :
- Aditya Yohan








