Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Belanda Terima Tawaran Prancis Bahas Kerja Sama Nuklir untuk Perkuat Penangkalan Eropa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Belanda Terima Tawaran Prancis Bahas Kerja Sama Nuklir untuk Perkuat Penangkalan Eropa
Foto: (Sumber : Pemimpin Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi Dilan Yesilgoz-Zegerius memberikan suara di sebuah tempat pemungutan suara di Amsterdam, Belanda, pada 22 November 2023. (ANTARA/Xinhua/Sylvia Lederer))

Pantau - Pemerintah Belanda pada Senin 2 Maret 2026 menerima tawaran Prancis untuk membahas kerja sama yang lebih erat di bidang senjata nuklir guna memperkuat dimensi Eropa dalam sistem penangkalan bersama NATO.

Penerimaan tawaran tersebut disampaikan melalui surat terbuka Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius dan Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen kepada parlemen.

Dalam surat tersebut dinyatakan, "Tawaran ini memberikan Belanda peluang untuk memperkuat dimensi Eropa dalam penangkalan nuklir bersama sekutu-sekutu kami di NATO,".

Pemerintah Belanda menilai kerja sama itu dapat memperkuat peran Eropa dalam sistem penangkalan nuklir bersama negara-negara sekutu di NATO.

Kedua menteri menjelaskan bahwa Eropa saat ini menghadapi tantangan keamanan fundamental akibat ancaman geopolitik, perubahan dinamika internasional, serta perkembangan teknologi yang pesat.

Mereka menuliskan, "Hal ini menuntut tanggung jawab Eropa yang lebih besar atas keamanannya sendiri. Memperkuat kontribusi Eropa terhadap penangkalan konvensional maupun nuklir merupakan bagian dari upaya tersebut. Tawaran Prancis untuk memperdalam dialog mengenai isu ini dengan para mitra Eropa sejalan dengan tujuan tersebut, dan Kabinet memandang perlu untuk menerima usulan itu,".

Pemerintah Belanda menegaskan NATO tetap menjadi fondasi utama keamanan Eropa, baik bagi Belanda maupun kawasan secara keseluruhan.

Peningkatan kerja sama dengan Prancis disebut tidak akan menggantikan kerangka pertahanan kolektif dan penangkalan nuklir NATO, melainkan hanya melengkapinya.

Pada hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Prancis akan memperkuat arsenal nuklirnya.

Macron menyampaikan bahwa Prancis akan memasukkan dimensi Eropa dalam strategi penangkalannya.

Ia menegaskan setiap keputusan terkait penggunaan senjata nuklir Prancis tetap menjadi tanggung jawab utama Prancis.

Macron menawarkan kepada negara-negara mitra Eropa yang berminat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat melalui berbagai mekanisme.

Bentuk kerja sama yang ditawarkan mencakup konsultasi, latihan gabungan, serta berbagai bentuk koordinasi lainnya.

Sejumlah negara yang telah menyatakan minat antara lain Swedia, Inggris, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, dan Denmark.

Kerja sama ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi Eropa dalam sistem penangkalan, baik konvensional maupun nuklir, di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.

Penulis :
Ahmad Yusuf