
Pantau - Badan promosi kebudayaan Rusia, Rossotrudnichestvo, mengecam penghancuran sebuah pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh, Lebanon Selatan, yang hancur akibat serangan militer Israel.
Lembaga tersebut menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi tanpa provokasi terhadap fasilitas kebudayaan Rusia di wilayah tersebut.
Menurut keterangan Rossotrudnichestvo, gedung pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh mengalami kehancuran akibat serangan yang terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Direktur pusat kebudayaan tersebut, Asaad Diya, dilaporkan masih hidup dan dalam kondisi aman setelah insiden tersebut.
Kantor perwakilan resmi Rossotrudnichestvo di Beirut juga dilaporkan tetap beroperasi seperti biasa.
Gelombang Pengungsian di Lebanon Selatan
Kepala Rumah Rusia di Beirut, Alexander Sorokin, mengatakan eskalasi konflik terbaru telah menyebabkan gelombang pengungsian besar dari wilayah Lebanon selatan.
Ia menyebut lebih dari 800.000 orang telah meninggalkan wilayah selatan dan mengungsi ke bagian utara Lebanon.
Sorokin menjelaskan berbagai fasilitas umum kini digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi warga yang mengungsi.
Sekolah, stadion, dan pusat-pusat kota dijadikan lokasi penampungan sementara bagi para pengungsi yang terdampak konflik.
- Penulis :
- Aditya Yohan








