
Pantau - Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menyatakan akan membahas kemungkinan operasi kebebasan navigasi di Selat Hormuz bersama mitra Uni Eropa dan NATO di Brussels menyusul terganggunya jalur vital energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Valtonen mengatakan diskusi tersebut akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan fokus menjaga jalur pelayaran tetap terbuka.
Ia mengungkapkan, "Hari ini di Brussels dan dalam beberapa hari ke depan, kami akan berdiskusi dengan mitra di Uni Eropa dan NATO mengenai kemungkinan operasi guna memastikan selat tetap terbuka, baik untuk saat ini maupun ke depan,".
Gangguan di Selat Hormuz terjadi setelah meningkatnya kekerasan di kawasan yang menyebabkan aktivitas pengiriman hampir terhenti.
Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia yang memiliki peran strategis dalam perdagangan global.
Sekitar 20 persen perdagangan dunia untuk minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair melewati jalur tersebut.
Terhentinya pengiriman di jalur ini berpotensi memicu gangguan pasokan energi global dan lonjakan harga komoditas.
Ketegangan di kawasan dipicu konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, termasuk ke Teheran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel awalnya menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.
Namun, pernyataan lanjutan menyebutkan bahwa tujuan serangan juga berkaitan dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








