
Pantau - Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik taktis Haj Qasem dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel dalam rangkaian operasi militer terbaru yang dilaporkan Garda Revolusi Iran.
Penggunaan rudal tersebut diberitakan oleh kantor berita Fars yang mengutip pernyataan resmi Garda Revolusi.
Rudal Haj Qasem digunakan dalam fase ke-59 dari operasi militer bertajuk True Promise 4 yang menyasar berbagai target strategis.
Target serangan meliputi pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan Irak.
Selain itu, Garda Revolusi juga melaporkan serangan ke sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh.
Rudal Haj Qasem merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat yang diperkenalkan Iran pada tahun 2020.
Rudal ini diklaim memiliki jangkauan hingga sekitar 1.400 kilometer.
Penggunaan dalam operasi terbaru ini menjadi yang pertama dalam konflik saat ini, meskipun sebelumnya rudal tersebut pernah digunakan dalam konflik dengan Israel pada Juni 2025.
Iran terus melancarkan serangan ke Israel dan target militer Amerika Serikat sebagai respons atas operasi militer gabungan pada 28 Februari.
Operasi tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta lebih dari 150 murid sekolah perempuan di Iran selatan.
Iran juga melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 17.000 orang terluka akibat konflik yang terus berlangsung.
Amerika Serikat dan Israel awalnya menyebut serangan tersebut sebagai "serangan pendahuluan" untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran.
Namun, pernyataan lanjutan menyebutkan bahwa tujuan operasi juga untuk mendorong perubahan rezim di Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








