
Pantau - Lebih dari 61.000 bangunan sipil di Teheran, Iran, dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik bersenjata mulai terjadi hingga Rabu, 18 Maret 2026.
Data tersebut disampaikan pemerintah Iran berdasarkan laporan terbaru mengenai dampak serangan terhadap fasilitas publik dan kawasan permukiman di ibu kota negara tersebut.
Puluhan Ribu Fasilitas Sipil Rusak
Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan, "Lebih dari 61.000 fasilitas sipil mengalami kerusakan sejak konflik dimulai."
Ia menjelaskan dari jumlah tersebut lebih dari 18.000 unit merupakan bangunan hunian dan bangunan komersial yang terdampak langsung akibat serangan udara.
Kerusakan terjadi di berbagai wilayah Teheran setelah rangkaian serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Korban Perempuan dan Anak-anak Dilaporkan Tewas
Selain kerusakan bangunan, pemerintah Iran juga melaporkan adanya korban jiwa dalam jumlah besar akibat serangan tersebut.
Fatemeh Mohajerani mengatakan, "Sebanyak 226 perempuan dan 204 anak-anak dilaporkan tewas akibat serangan tersebut."
Foto yang beredar pada 15 Maret 2026 memperlihatkan warga berdiri di atas reruntuhan gedung di kawasan permukiman Teheran setelah serangan terjadi.
Gambar lain pada 12 Maret 2026 menunjukkan seorang laki-laki mengambil barang dari rumahnya yang hancur, sementara foto tambahan memperlihatkan bangunan hunian rusak parah di sejumlah wilayah ibu kota Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








