Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Krisis Energi Afrika Meningkat Akibat Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Krisis Energi Afrika Meningkat Akibat Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Sejumlah negara di Afrika mengalami krisis energi akibat terganggunya pasokan bahan bakar imbas konflik di Timur Tengah.

Kelangkaan dan Lonjakan Harga Bahan Bakar

Laporan media regional menyebut cadangan bahan bakar di beberapa negara mulai menipis.

Di Zambia, cadangan bensin sekitar 40 juta liter diperkirakan hanya cukup untuk 23 hari, sementara bahan bakar penerbangan hanya bertahan sekitar 10 hari.

Di Afrika Selatan, kelangkaan solar mulai sering terjadi di sejumlah stasiun pengisian.

Sementara di Somalia, pemerintah membatasi penjualan dan keuntungan bahan bakar setelah harga melonjak lebih dari dua kali lipat.

Zimbabwe juga menaikkan harga bensin hingga 27 persen dan solar 15 persen, meski cadangan masih cukup untuk lebih dari tiga bulan.

Dampak Konflik dan Seruan PBB

Krisis ini dipicu ketegangan di Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak penghentian konflik untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan penderitaan global.

“Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang di seluruh dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik ini,” tegasnya.

Situasi ini menunjukkan konflik geopolitik berdampak langsung pada stabilitas energi dan ekonomi di berbagai kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf