
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan Inggris agar tidak memberikan dukungan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang tengah berlangsung dengan Iran.
Peringatan Iran kepada Inggris
Araghchi menyampaikan peringatan tersebut dalam pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper pada Jumat (20/3).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan Inggris dalam konflik akan memicu eskalasi yang lebih luas.
Ia mengungkapkan, "Dukungan apa pun terhadap agresi AS dan Israel akan memicu eskalasi lebih lanjut."
Araghchi juga mengkritik langkah Inggris yang mengizinkan penggunaan pangkalan militer oleh Amerika Serikat.
Menurutnya, tindakan tersebut sama dengan keterlibatan langsung dalam serangan terhadap Iran dan berpotensi merusak hubungan bilateral kedua negara.
Konflik Memanas dan Dampak Regional
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Araghchi menilai situasi di Selat Hormuz yang semakin tegang merupakan dampak langsung dari aksi militer tersebut.
Ia mengatakan, "Hanya penghentian serangan terhadap Iran yang dapat memulihkan kondisi normal di kawasan."
Iran juga menegaskan haknya untuk membela diri sesuai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Respons Inggris dan Kekhawatiran Global
Dalam pembicaraan tersebut, pihak Inggris menyerukan penghentian pertempuran dan menyampaikan kekhawatiran atas dampak konflik secara politik dan ekonomi.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Kementerian Luar Negeri Inggris terkait peringatan tersebut.
Konflik yang terus berlanjut dinilai berpotensi memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







