Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Diancam Trump, Iran Siap Balas Serang Infrastruktur Energi Timur Tengah dan Picu Lonjakan Harga Minyak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Diancam Trump, Iran Siap Balas Serang Infrastruktur Energi Timur Tengah dan Picu Lonjakan Harga Minyak
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj.)

Pantau - Iran mengancam akan menghancurkan fasilitas energi di kawasan Timur Tengah jika infrastruktur energi negaranya diserang, sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik yang terus memanas.

Ancaman Balasan Iran terhadap Infrastruktur Energi

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa seluruh infrastruktur vital di kawasan akan menjadi target jika Iran diserang.

Ia menyatakan, "Seketika setelah pembangkit dan infrastruktur listrik negara kami diserang, semua infrastruktur vital di seantero kawasan, termasuk infrastruktur energi dan minyak, akan dianggap sebagai sasaran tembak yang sah."

Ancaman tersebut disampaikan sebagai respons atas ultimatum Trump yang menyatakan akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa serangan balasan Iran berpotensi menghancurkan sistem energi kawasan.

Ia mengatakan, "Serangan tersebut akan menghancurleburkan infrastruktur listrik di kawasan dan menyebabkan harga minyak melonjak untuk waktu yang lama."

Konflik Memanas dan Korban Terus Bertambah

Iran masih melanjutkan serangan terhadap target militer Amerika Serikat dan Israel sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang dimulai pada 28 Februari.

Dalam serangan awal tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur.

Selain itu, ratusan korban jiwa dilaporkan jatuh, termasuk siswa sekolah dasar yang terdampak serangan rudal di wilayah Iran selatan.

Otoritas Iran menyebut jumlah korban jiwa akibat serangan telah mencapai sekitar 1.300 orang.

Penulis :
Aditya Yohan