Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

NATO Kumpulkan 22 Negara untuk Amankan Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

NATO Kumpulkan 22 Negara untuk Amankan Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS
Foto: (Sumber : Arsip foto - Sekretaris Jenderal Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu pers dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri NATO di markas besar NATO di Brussels, Belgia, Kamis (3/4/2025). ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa..)

Pantau - Sebanyak 22 negara yang sebagian besar anggota NATO berkumpul untuk merancang langkah pengamanan Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan pertemuan tersebut telah berlangsung sejak Kamis (19/3) guna memastikan jalur pelayaran strategis itu kembali aman dan terbuka.

"Kabar baiknya adalah bahwa sejak Kamis, sebuah kelompok yang terdiri dari 22 negara, sebagian besar adalah anggota NATO telah berkumpul untuk memastikan Selat Hormuz bebas dan terbuka sedini mungkin," ungkap Rutte.

Upaya Internasional Amankan Jalur Energi Vital

Selain negara anggota NATO, sejumlah negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Bahrain turut terlibat dalam pembahasan tersebut.

Rutte menjelaskan koordinasi masih terus dilakukan untuk menentukan langkah konkret dalam operasi pengamanan di kawasan tersebut.

"Jelas, operasi militer terkait Iran masih berlangsung. Karena itu, kami bekerja bersama negara-negara ini, dan tentu saja dengan AS, untuk mengetahui apa, kapan, dan bagaimana kami akan melakukannya," ia mengungkapkan.

Konflik Iran Picu Gangguan Pasokan Energi Global

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari yang memicu serangan balasan dari Teheran.

Akibat konflik tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan LPG dari kawasan Teluk terhenti total.

Dampaknya, sejumlah negara mengalami lonjakan harga bahan bakar akibat terganggunya pasokan energi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf