
Pantau - Gedung Putih akan mengerahkan agen Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) untuk membantu pengamanan bandara di Amerika Serikat di tengah penutupan (shutdown) Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Kekurangan Petugas Picu Gangguan di Bandara
Kepala perbatasan Gedung Putih Tom Homan menyatakan langkah ini diambil untuk meringankan beban Badan Keamanan Transportasi (Transportation Security Administration/TSA) yang kekurangan personel.
"Agen ICE akan membantu di pintu masuk dan keluar untuk meringankan beban kerja TSA," ungkap Homan dalam program "State of the Union" di CNN.
Kekurangan staf terjadi karena banyak petugas TSA mengundurkan diri atau mengambil cuti sakit setelah tidak menerima gaji selama berpekan-pekan akibat shutdown.
Akibatnya, sejumlah bandara di seluruh AS mengalami antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan.
Saling Tuduh Demokrat dan Republik
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyalahkan Partai Demokrat atas situasi tersebut.
"Kekacauan di bandara-bandara Amerika ini adalah akibat langsung dari penutupan DHS oleh Demokrat," demikian pernyataan DHS di media sosial X.
Namun, Partai Demokrat membantah dan justru menuding Partai Republik sebagai penyebab kebuntuan anggaran.
"Alih-alih mengirim agen ICE untuk mengganggu para pelancong di bandara, mengapa Partai Republik tidak segera menyelesaikan masalah ini," kata Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer.
Sebelumnya, Senat AS untuk kelima kalinya menolak rancangan undang-undang pendanaan DHS pada Jumat (20/3), sehingga operasional lembaga penting seperti TSA, Penjaga Pantai, dan Federal Emergency Management Agency mengalami tekanan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







