
Pantau - Amerika Serikat menyatakan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berkomitmen mengerahkan sebagian angkatan laut negaranya untuk operasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Teluk.
Utusan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu.
"Karena begitu banyak energi yang dikirim ke Eropa melalui selat tersebut, Perdana Menteri Jepang baru saja berkomitmen untuk mengerahkan sebagian angkatan lautnya, dan 80 persen dari energi yang keluar dari Teluk dikirim ke Asia," ungkap Waltz.
Ia menambahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan mentolerir ancaman terhadap pasokan energi global.
"Jadi, kami melihat sekutu kita berbalik arah sebagaimana mestinya, tetapi pada saat yang sama, presiden (Donald Trump) tidak akan mentolerir rezim ini, karena telah mengancam dan mencoba selama lima dekade untuk menyandera pasokan energi dunia," tambahnya.
Pemerintah Jepang juga mengisyaratkan kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang atau Self Defense Forces (SDF) untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyebut langkah tersebut dapat dipertimbangkan apabila gencatan senjata tercapai antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
"Teknologi penyapu ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia. Katakanlah (jika terjadi) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," ujar Motegi.
Namun ia menegaskan hingga kini belum ada komitmen khusus yang disepakati oleh pemerintah Jepang terkait rencana tersebut.
Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan memicu balasan dari Teheran melalui serangan drone serta rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi global karena sebagian besar pasokan minyak dari kawasan Teluk menuju Asia dan Eropa melewati perairan tersebut.
Jepang sendiri mengimpor sekitar 90 persen kebutuhan minyak mentahnya dari Timur Tengah yang sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







