
Pantau - Pemerintah Jepang mengkaji kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz dengan syarat tercapainya gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pertimbangan Berdasarkan Kondisi Gencatan Senjata
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas dan dapat digunakan jika situasi memungkinkan.
"Teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia," ungkapnya.
"Katakanlah gencatan senjata tercapai, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," tambahnya.
Namun, Motegi menegaskan belum ada komitmen khusus terkait pengerahan pasukan tersebut.
Dampak Konflik dan Ketergantungan Energi
Konflik di Timur Tengah meningkat sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang berdampak pada stabilitas kawasan dan pasokan energi global.
Jepang diketahui bergantung lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya dari kawasan tersebut yang sebagian besar melewati Selat Hormuz.
Selain itu, pemerintah Jepang juga mengonfirmasi satu dari dua warganya yang ditahan di Iran telah dibebaskan dan kembali ke Jepang dalam kondisi sehat.
"Kami sedang berupaya untuk segera membebaskan individu lainnya," kata Motegi.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







