Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan SDF untuk Sapu Ranjau di Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran-AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan SDF untuk Sapu Ranjau di Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran-AS
Foto: (Sumber : Arsip - Prajurit TNI AD menyematkan wing penerjun kepada tentara angkatan bersenjata Jepang usai latihan Airborne Operations Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Rabu (27/8/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU.)

Pantau - Pemerintah Jepang mengkaji kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz dengan syarat tercapainya gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pertimbangan Berdasarkan Kondisi Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas dan dapat digunakan jika situasi memungkinkan.

"Teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia," ungkapnya.

"Katakanlah gencatan senjata tercapai, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," tambahnya.

Namun, Motegi menegaskan belum ada komitmen khusus terkait pengerahan pasukan tersebut.

Dampak Konflik dan Ketergantungan Energi

Konflik di Timur Tengah meningkat sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang berdampak pada stabilitas kawasan dan pasokan energi global.

Jepang diketahui bergantung lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya dari kawasan tersebut yang sebagian besar melewati Selat Hormuz.

Selain itu, pemerintah Jepang juga mengonfirmasi satu dari dua warganya yang ditahan di Iran telah dibebaskan dan kembali ke Jepang dalam kondisi sehat.

"Kami sedang berupaya untuk segera membebaskan individu lainnya," kata Motegi.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti