Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran Usai Pembicaraan Intensif Dua Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran Usai Pembicaraan Intensif Dua Hari
Foto: Presiden Amerika Serikat (US), Donald Trump (sumber: ANTARA/Andolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap seluruh rencana serangan ke pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran setelah pembicaraan intensif antara kedua negara.

Keputusan tersebut diumumkan Trump melalui platform media sosial Truth Social usai berlangsungnya dialog selama dua hari yang disebutnya berjalan positif.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, "Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah."

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil komunikasi tersebut, dirinya menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda operasi militer sementara waktu.

Trump menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan peluang penyelesaian konflik yang lebih luas melalui jalur diplomasi.

Penundaan Bergantung Hasil Negosiasi Lanjutan

Trump menegaskan bahwa penundaan serangan bersifat sementara dan sangat bergantung pada perkembangan pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran.

Ia mengungkapkan, "nada dan isi percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," menjadi dasar kebijakan tersebut.

Departemen Pertahanan disebut telah menerima instruksi langsung untuk menghentikan sementara semua rencana serangan terhadap target energi Iran selama periode lima hari.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal deeskalasi di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi Konflik Picu Korban Jiwa dan Kerusakan Luas

Situasi ini terjadi setelah meningkatnya konflik sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah wilayah strategis di Yordania, Irak, dan kawasan Teluk.

Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan signifikan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.

Penulis :
Shila Glorya