
Pantau - Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas pentingnya menjaga akses Selat Hormuz tetap terbuka dalam percakapan telepon pada Selasa (24/3) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pembicaraan tersebut menyoroti kepentingan global terhadap jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Modi menyatakan kedua pemimpin melakukan diskusi yang konstruktif terkait situasi kawasan.
“Kami melakukan pertukaran pandangan yang bermanfaat terkait situasi di Timur Tengah,” ungkapnya.
Ia menegaskan India mendukung upaya deeskalasi dan pemulihan perdamaian secepat mungkin.
“India mendukung deeskalasi dan pemulihan perdamaian sesegera mungkin,” ujarnya.
Modi menekankan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, aman, dan dapat diakses oleh semua pihak.
Menurutnya, stabilitas jalur tersebut sangat krusial bagi perdagangan energi dan kepentingan ekonomi global.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk terus menjalin komunikasi dalam upaya menjaga stabilitas kawasan.
Sebelumnya, Modi juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait perkembangan regional.
Dalam komunikasi tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya kebebasan navigasi dan keamanan jalur pelayaran internasional.
Pihak Amerika Serikat melalui Duta Besar untuk India juga mengonfirmasi bahwa pembahasan antara Modi dan Trump mencakup isu akses Selat Hormuz.
Langkah diplomasi ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik yang melibatkan Iran serta negara-negara Barat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








