
Pantau - Iran mengajak negara-negara di Timur Tengah membentuk aliansi keamanan dan militer tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Seruan Aliansi dan Pernyataan Iran
Juru bicara Markas Besar Khatam Al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran Ebrahim Zolfaghari menyampaikan seruan tersebut dalam pesan yang ditujukan kepada dunia Arab dan Islam.
"Waktunya telah tiba untuk mendirikan sebuah aliansi militer tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kemandirian negara-negara kawasan tanpa bergantung pada kekuatan asing.
"Kita harus bersatu untuk menjamin keamanan kita dan bergerak menuju suatu kesepakatan keamanan bersama yang menjadikan Islam dan Al Quran sebagai acuan, inti, dan landasan ajek," ujarnya.
Latar Belakang Konflik dan Dampaknya
Seruan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk yang berdampak pada stabilitas keamanan dan geopolitik regional.
Iran menyebut dirinya berada di garis depan dalam menghadapi agresi tersebut serta mendorong solidaritas negara-negara Islam.
- Penulis :
- Aditya Yohan








