
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengerahkan Garda Nasional ke bandara jika Partai Demokrat tidak segera mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan atau shutdown yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Ancaman Pengerahan Garda Nasional
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu, 25 Maret, di tengah meningkatnya gangguan operasional terutama di sektor keamanan bandara.
Trump mengatakan, "Kami akan kerahkan Garda Nasional jika perlu. Kami punya 6.000 agen ICE Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai dan 40.000 orang lain yang membantu, beberapa di antaranya bahkan terpaksa bekerja karena Demokrat tak mau membayar mereka," ungkapnya.
Ia merujuk pada petugas Administrasi Keamanan Transportasi (Transportation Security Administration atau TSA) yang tetap bertugas menjaga keamanan bandara meski terdampak shutdown.
Trump juga menuduh Partai Demokrat sebagai "sayap kiri radikal" yang berusaha mengambil alih kembali kendali Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security atau DHS) untuk menghentikan operasionalnya.
Ia menyatakan, "Mereka Demokrat melakukan hal ini di tengah perang … Kami seharusnya tak melakukan ini, tetapi kami akan membuat Amerika benar-benar aman kembali dengan sangat cepat dengan penurunan terbesar ancaman keamanan," ujarnya.
Dampak Shutdown dan Konflik Politik
Pada hari yang sama, DHS menyalahkan Partai Demokrat atas keluarnya lebih dari 450 petugas TSA selama masa shutdown berlangsung.
Gedung Putih menyebut penutupan sebagian kegiatan pemerintah tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp42,3 triliun.
Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan telah mengerahkan agen ICE sejak 23 Maret untuk membantu menjaga keamanan di bandara.
Perselisihan mengenai anggaran DHS menjadi sumber utama kebuntuan di Senat, dengan Partai Demokrat menginginkan persyaratan yang lebih ketat terhadap ICE.
Sementara itu, pendanaan untuk lembaga federal lainnya telah disetujui hingga 30 September.
- Penulis :
- Shila Glorya







