
Pantau - Pemimpin kelompok Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi menyatakan pihaknya tidak akan bersikap netral dan siap melakukan intervensi militer dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel jika diperlukan.
Sikap Tegas Houthi terhadap Konflik
Abdul-Malik menegaskan posisi kelompoknya berpihak dan akan merespons perkembangan situasi di kawasan.
"Kami tidak netral, tetapi posisi kami berasal dari rasa memiliki terhadap Islam dan negara Islam. Setiap perkembangan yang terjadi di lapangan akan ditanggapi dengan sikap militer jika diperlukan, seperti pada putaran sebelumnya," ungkapnya.
Ia juga menilai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah merugikan stabilitas kawasan serta kepentingan ekonomi global.
Eskalasi Konflik Kawasan
Kelompok Houthi yang didukung Iran telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman sejak 2014, termasuk ibu kota Sanaa.
Dalam konflik sebelumnya, Houthi diketahui melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta kapal di Laut Merah sebagai respons atas perang di Gaza.
Situasi kawasan semakin memanas setelah serangan udara Amerika dan Israel ke Iran sejak akhir Februari yang menimbulkan korban jiwa dan memicu balasan serangan dari Iran ke sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut turut berdampak pada stabilitas regional, termasuk gangguan terhadap pasar global dan jalur penerbangan internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







