
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari di tengah klaim berlangsungnya pembicaraan antara kedua pihak.
Keputusan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (26/3) melalui platform media sosial Truth Social.
Ia menyatakan penangguhan berlaku hingga 6 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat atas permintaan pemerintah Iran.
Trump mengungkapkan, "Atas permintaan Pemerintah Iran, harap pernyataan ini menjadi representasi bahwa saya menangguhkan periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 Hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Eastern Time."
Klaim Pembicaraan Berjalan Baik
Trump juga mengeklaim bahwa komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung positif meski diwarnai berbagai laporan yang bertentangan.
Ia mengatakan pembicaraan berjalan dengan sangat baik meskipun adanya pernyataan yang disebutnya keliru dari media.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyebut komunikasi kedua negara berlangsung secara tidak langsung melalui perantara Pakistan.
Ketegangan dan Ancaman Serangan
Sebelumnya, Trump sempat memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Iran merespons dengan mengisyaratkan akan melakukan serangan balasan di kawasan jika aksi militer tersebut terjadi.
Sebagai informasi tambahan, penundaan ini merupakan perpanjangan dari keputusan sebelumnya yang sempat menunda serangan selama lima hari setelah adanya klaim pembicaraan produktif, meskipun Iran membantah adanya kontak langsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan








