Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang dan Uni Eropa Sepakat Dorong De-eskalasi Konflik AS-Israel dengan Iran dalam Forum G7

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jepang dan Uni Eropa Sepakat Dorong De-eskalasi Konflik AS-Israel dengan Iran dalam Forum G7
Foto: (Sumber : Bendera Kelompok G7, terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. /ANTARA/Anadolu/py)

Pantau - Jepang dan Uni Eropa sepakat memperkuat kerja sama untuk mendorong penurunan eskalasi perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam pertemuan Menteri Luar Negeri G7.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas di Cernay-la-Ville, dekat Paris, pada Kamis (26/3).

Pertemuan itu berlangsung di sela agenda dua hari forum G7 yang membahas berbagai isu global termasuk konflik di Timur Tengah.

Kekhawatiran Global dan Penguatan Kerja Sama

Dalam dialog strategis Jepang-Uni Eropa yang ketiga tersebut, kedua pihak menyampaikan kekhawatiran atas situasi keamanan global yang semakin kompleks.

Motegi menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama tidak hanya di bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga politik serta keamanan.

Sementara itu, Kallas menilai dunia saat ini menghadapi tantangan besar yang ditandai dengan meningkatnya politik kekuatan dan persaingan global.

Pertemuan Bilateral dan Isu Keamanan

Pada kesempatan yang sama, Motegi juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dan pejabat Inggris.

Dalam pertemuan dengan Prancis, kedua pihak mendesak Iran menghentikan aktivitas yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.

Selain itu, Jepang dan Prancis sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan ekonomi menjelang kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Jepang.

Sementara dengan Inggris, Jepang menyepakati peningkatan kerja sama keamanan termasuk dalam pengembangan pesawat tempur generasi berikutnya bersama Italia.

Sebagai informasi tambahan, langkah diplomatik ini menjadi bagian dari upaya negara-negara G7 untuk meredakan ketegangan global akibat konflik yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan