
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah mengizinkan 10 kapal minyak melintasi Selat Hormuz di tengah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung antara kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3), yang menyebut delapan dari kapal tersebut berbendera Pakistan.
Trump menilai langkah itu sebagai sinyal positif dari Iran dalam proses komunikasi yang sedang berlangsung.
Ia mengatakan, "Sepertinya kami sedang berurusan dengan orang yang tepat."
Klaim “Hadiah” dari Iran dan Sinyal Negosiasi
Trump menyebut izin tersebut sebagai bentuk itikad baik dari Iran terhadap Amerika Serikat.
Ia mengungkapkan, "Untuk menunjukkan fakta kepada kalian bahwa kami nyata dan solid serta benar-benar hadir, kami akan memberi kalian delapan kapal minyak, delapan kapal, delapan kapal minyak besar. Mereka benar dan mereka nyata."
Selain itu, Trump juga menyatakan Iran mengirim dua kapal tambahan sebagai bentuk permintaan maaf atas pernyataan sebelumnya.
Ia menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari perkembangan pembicaraan yang disebutnya substansial meski tidak merinci pihak yang terlibat langsung.
Peran Pakistan dan Dampak Konflik
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyatakan komunikasi antara AS dan Iran berlangsung melalui pesan yang dimediasi oleh Pakistan.
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan mengambil alih pasokan minyak Iran sebagai salah satu opsi kebijakan.
Ia mengatakan, "Maksud saya, saya tidak akan membicarakannya, tetapi itu adalah sebuah opsi."
Sebagai informasi tambahan, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 telah mengganggu pengiriman global serta memicu lonjakan harga minyak dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







