
Pantau - Israel dan Amerika Serikat dilaporkan memiliki perbedaan pandangan terkait rencana mengakhiri perang dengan Iran, terutama menyangkut program rudal balistik, pengelolaan uranium, dan pelonggaran sanksi ekonomi, menurut laporan KAN pada Kamis, 26 Maret.
Perbedaan Strategi dan Proposal Gencatan Senjata
Amerika Serikat disebut telah mengajukan proposal 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai upaya menghentikan konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.
Usulan tersebut mencakup opsi gencatan senjata sementara selama satu bulan guna membuka ruang bagi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa Iran telah memberikan tanggapan resmi melalui mediator atas proposal tersebut.
Ia mengungkapkan, "Iran menuntut penghentian serangan dan pembunuhan di semua front, jaminan tidak akan terjadi perang lagi, pemberian kompensasi, serta pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz."
Sementara itu, Israel dikabarkan khawatir Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mendorong skema gencatan senjata sementara yang dinilai dapat membuka ruang kompromi dengan Iran.
Komunikasi Intens dan Situasi Perang Memanas
Sumber politik Israel menyebutkan komunikasi antara Washington dan Tel Aviv masih berlangsung dan memungkinkan perubahan terhadap proposal yang diajukan Amerika Serikat.
Sumber tersebut menyatakan bahwa Iran "sudah menggunakan bahasa perang tahap akhir" meskipun tetap mengajukan tuntutan besar dalam proses komunikasi diplomatik.
Hingga kini belum ada kepastian jadwal pertemuan resmi antara pejabat Amerika Serikat dan Iran meski Pakistan terus berupaya menjadi mediator.
Konflik ini bermula sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan lebih dari 1.340 orang termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta ke wilayah yang menampung aset militer Amerika Serikat di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk.
- Penulis :
- Arian Mesa







