Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Paket Anti-Krisis Disetujui Parlemen Spanyol untuk Redam Dampak Konflik Timur Tengah Senilai Rp98 Triliun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Paket Anti-Krisis Disetujui Parlemen Spanyol untuk Redam Dampak Konflik Timur Tengah Senilai Rp98 Triliun
Foto: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berbicara terkait penolakannya terhadap perang di Iran saat hadir di Kongres Deputi di Madrid, Spanyol, Rabu 25/3/2026 (sumber: Xinhua/Gustavo Valiente)

Pantau - Parlemen Spanyol melalui Kongres Deputi resmi menyetujui paket anti-krisis senilai 5 miliar euro untuk meredam dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya tekanan ekonomi global setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan resmi parlemen menyebutkan "Kongres menyetujui resolusi terkait langkah-langkah yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi dampak perang di Iran terhadap keluarga dan dunia usaha di Spanyol."

Rincian Paket dan Dampaknya

Paket kebijakan yang dituangkan dalam bentuk dekret kerajaan ini mencakup pemotongan pajak untuk bahan bakar, gas, dan listrik.

Pajak pertambahan nilai untuk energi diturunkan dari 21 persen menjadi 10 persen guna meringankan beban masyarakat.

Selain itu, keringanan pajak tambahan diberikan kepada sektor produksi dan distribusi energi untuk menjaga stabilitas pasokan.

Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo menyatakan "Ini merupakan respons segera terhadap konsekuensi ekonomi dari perang."

Sekitar 20 juta rumah tangga diperkirakan akan merasakan penurunan tagihan listrik sebagai dampak langsung dari kebijakan ini.

Latar Belakang Konflik Global

Sebelumnya, Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mengumumkan rencana paket berisi 80 langkah dengan total nilai yang sama, yaitu 5 miliar euro.

Langkah tersebut bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik yang meningkat.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Konflik tersebut berdampak pada terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Penulis :
Shila Glorya