Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Palestina Peringatkan Eskalasi Gaza dan Tepi Barat Ancam Stabilitas Kawasan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Palestina Peringatkan Eskalasi Gaza dan Tepi Barat Ancam Stabilitas Kawasan
Foto: (Sumber: Situasi tenda-tenda sementara untuk pengungsi Palestina di sebelah barat Kota Gaza, Rabu (25/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad).)

Pantau - Kepresidenan Palestina memperingatkan bahwa pertempuran di Gaza dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat berisiko mengguncang stabilitas kawasan di tengah situasi yang terus memanas.

Peringatan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh terkait kondisi yang dinilai semakin memburuk.

Pertempuran di Gaza masih berlangsung meskipun telah diberlakukan gencatan senjata.

Sejak gencatan senjata tersebut, tercatat sebanyak 692 warga Palestina tewas.

Kondisi di Gaza semakin sulit akibat pembatasan bantuan kemanusiaan yang memperburuk situasi warga.

Akses bantuan yang terbatas membuat krisis kemanusiaan semakin dalam.

Di wilayah Tepi Barat, kekerasan dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.

Para pemukim disebut melakukan penyerangan yang terjadi di bawah perlindungan pasukan Israel.

Kepresidenan Palestina menilai kondisi ini sebagai eskalasi berbahaya yang dapat memperluas konflik.

"tindakan yang tidak bertanggung jawab tidak akan membawa keamanan atau stabilitas," ujar Nabil Abu Rudeineh.

Palestina menegaskan bahwa konflik tidak akan selesai tanpa penyelesaian isu Palestina secara menyeluruh.

Penyelesaian tersebut harus mengacu pada hukum internasional, resolusi PBB, serta Inisiatif Perdamaian Arab.

Kepresidenan Palestina mendesak komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, untuk menekan Israel.

Tekanan tersebut diminta agar menghentikan kampanye militer di wilayah Palestina dan menerapkan gencatan senjata secara penuh.

Selain itu, Palestina juga meminta agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk serta serangan oleh pemukim di Tepi Barat dihentikan.

Situasi ini menunjukkan konflik yang terus memanas dan berdampak luas terhadap stabilitas regional.

Penulis :
Gerry Eka