Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Yakin Iran Akan Laporkan Kelebihan Radiasi ke IAEA di Tengah Ketegangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Rusia Yakin Iran Akan Laporkan Kelebihan Radiasi ke IAEA di Tengah Ketegangan
Foto: (Sumber: Arsip foto - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu, di Bushehr, Iran pada 28 April 2024. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang merupakan salah satu fasilitas nuklir yang sering disebut-sebut dalam krisis internasional karena program nuklir Iran, saat ini menghasilkan 1000 megawatt listrik per tahun. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri).)

Pantau - Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan melaporkan kepada IAEA jika tingkat radiasi di fasilitas nuklirnya melebihi batas di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Mikhail Ulyanov menjelaskan bahwa Iran memiliki lembaga yang secara rutin mengukur tingkat radiasi di fasilitas nuklirnya.

"Mengenai kontaminasi radiasi, ada lembaga-lembaga Iran yang tentu saja mengukur tingkat radiasi dan, jika melebihi batas, akan memberi tahu Sekretariat IAEA. Saya rasa kita bisa yakin akan hal itu," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi antara Iran dan IAEA tetap terjalin melalui misi diplomatik Iran di Wina.

Menurutnya, Iran telah menunjukkan transparansi dengan melaporkan berbagai insiden sebelumnya kepada badan tersebut.

Ulyanov mencontohkan bahwa Iran menjadi pihak pertama yang melaporkan serangan terhadap fasilitas nuklirnya, termasuk di Bushehr dan Natanz.

"Sebagai contoh, Iran adalah pihak pertama yang melaporkan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dan fasilitas nuklir Natanz," katanya.

"Mereka menyampaikan informasi ini kepada Sekretariat Badan tersebut. Dan mereka akan terus melakukannya sesuai kebutuhan," lanjutnya.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menyasar sejumlah target, termasuk Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan fasilitas militer di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Rangkaian serangan dan balasan ini menunjukkan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional terkait keamanan fasilitas nuklir dan potensi dampak radiasi.

Penulis :
Gerry Eka