Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah, AS Perkuat Kehadiran Militer di Tengah Eskalasi Konflik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah, AS Perkuat Kehadiran Militer di Tengah Eskalasi Konflik
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Gugus tempur kapal induk USS George HW Bush telah meninggalkan Norfolk, Virginia, dan menuju Timur Tengah di tengah perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran, sebuah langkah yang dapat meningkatkan jumlah kapal induk AS di kawasan itu menjadi tiga, demikian dilaporkan ABC News pada hari Sabtu, mengutip pejabat AS. ANTARA/Anadolu/pri.)

Pantau - Kapal serbu amfibi Angkatan Laut Amerika Serikat USS Tripoli tiba di wilayah Timur Tengah pada 27 Maret sebagai bagian dari penguatan militer di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Kapal tersebut berada dalam wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS atau CENTCOM.

USS Tripoli membawa sekitar 3.500 pelaut dan marinir serta tergabung dalam Grup Siap Amfibi Tripoli dan Unit Ekspedisi Marinir ke-31.

Selain personel, kapal ini juga membawa pesawat tempur, pesawat angkut, serta perlengkapan serbu amfibi.

Sebelumnya, sekitar 2.200 marinir Amerika Serikat juga dilaporkan telah menuju kawasan tersebut.

Kapal USS Tripoli sendiri berbasis di Jepang sebelum diberangkatkan ke Timur Tengah.

Kehadiran kapal ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan ke sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.

Serangan awal disebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran, namun juga dikaitkan dengan upaya perubahan kekuasaan di negara tersebut.

Kehadiran USS Tripoli menunjukkan peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan.

Langkah ini menandakan situasi konflik yang masih terus berlanjut dan berpotensi meningkat.

Perkembangan ini menjadi sorotan internasional mengingat dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Gerry Eka