Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PM Spanyol Pedro Sanchez Peringatkan Risiko Krisis Pangan Global Akibat Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PM Spanyol Pedro Sanchez Peringatkan Risiko Krisis Pangan Global Akibat Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. (ANTARA/Andolu/pri.)

Pantau - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan risiko krisis pangan global akibat konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah dan mulai memicu gangguan rantai pasokan serta lonjakan harga energi dunia.

Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Rantai Pasokan

Peringatan tersebut disampaikan Sanchez dalam surat kepada anggota Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) pada Minggu (29/3).

"Kita telah hidup dalam perang terbuka di Timur Tengah selama sebulan: lebih dari 2.000 orang tewas, empat juta orang terpaksa mengungsi, rantai pasokan terganggu, harga minyak dan gas meningkat tajam, serta krisis pangan membayangi.", katanya.

Sanchez menilai lonjakan harga energi dan gangguan distribusi komoditas telah meningkatkan tekanan pada pasar global.

Ia juga menegaskan bahwa Spanyol sejak awal menentang konflik tersebut dan mendesak agar perang segera dihentikan untuk melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Perdagangan Energi

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang dan memicu berbagai dampak lanjutan di kawasan.

Konflik tersebut turut berdampak pada lalu lintas di Selat Hormuz yang hampir terhenti.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi dunia yang menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair global dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.

Gangguan di jalur strategis tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko krisis pangan di berbagai negara.

Penulis :
Aditya Yohan