Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Australia Pangkas Pajak Bahan Bakar untuk Redam Lonjakan Harga Akibat Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Australia Pangkas Pajak Bahan Bakar untuk Redam Lonjakan Harga Akibat Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip foto - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kanan) menyapa Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./mrh/rwa/aa..)

Pantau - Pemerintah Australia memutuskan memangkas sementara pajak bahan bakar hingga setengahnya selama tiga bulan guna menekan lonjakan harga akibat konflik di Timur Tengah.

Kebijakan Berlaku Mulai April 2026

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan kebijakan tersebut yang mulai berlaku pada 1 April 2026.

"Kami akan mengurangi separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan agar Anda bisa berhemat saat mengisi (bahan bakar)," ungkapnya.

Kebijakan ini diperkirakan menurunkan harga bahan bakar sekitar 26,3 sen dolar Australia per liter dengan total beban anggaran mencapai 2,55 miliar dolar Australia.

Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan biaya penggunaan jalan bagi truk berat untuk meringankan tekanan pada sektor transportasi dan logistik.

"Kami membuat harga bahan bakar menjadi lebih murah saat ini, karena kami memahami warga Australia sedang berada di bawah tekanan yang serius," ujarnya.

Dampak Konflik Timur Tengah pada Harga Energi

Langkah ini diambil setelah rapat Kabinet Nasional bersama pemerintah negara bagian dan teritori yang menyepakati Rencana Keamanan Bahan Bakar Nasional.

Kenaikan harga bahan bakar dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya pasokan energi global.

Blokade de facto di Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas turut mendorong lonjakan harga di berbagai negara.

Pemerintah Australia menyatakan saat ini masih berada pada tahap menjaga stabilitas ekonomi sebelum mempertimbangkan kebijakan lanjutan seperti pembatasan distribusi bahan bakar.

Penulis :
Ahmad Yusuf