
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa potensi El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino tidak akan mengganggu penyerapan beras nasional karena berbagai skema antisipasi telah disiapkan secara matang.
Skema Antisipasi dan Dampak El Nino
Rizal menjelaskan bahwa Bulog telah menyiapkan tiga skema utama yakni skema normal, skema alternatif satu, dan skema alternatif dua untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Ia menyatakan, "Insya Allah (penyerapan beras) tidak terganggu, kita (sudah) siapkan skema-skemanya, skema normal, skema alternatif satu, skema alternatif dua."
Seluruh skema tersebut telah memperhitungkan potensi dampak El Nino guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.
Bulog juga mengantisipasi faktor eksternal seperti perkembangan geopolitik global termasuk potensi gangguan di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi distribusi dan stabilitas ekonomi pangan.
Perhitungan ulang berbagai skenario dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil meskipun terjadi tekanan global.
Stok Melimpah dan Kapasitas Gudang Diperkuat
Dari sisi stok, ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton pada April 2026.
Realisasi penyerapan beras pada Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai 1,3 juta ton yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah dalam periode tiga bulan.
Rizal menyampaikan, "Penyerapannya 1,3 juta ton itu yang Januari sampai Maret, itu tertinggi sepanjang sejarah. Belum pernah dalam tiga bulan sampai 1,3 juta ton (penyerapan beras), belum pernah, baru kali ini, alhamdulillah."
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja penyerapan beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan sektor pertanian.
Untuk mendukung kapasitas penyimpanan, pemerintah menerbitkan instruksi presiden terkait pembangunan gudang baru yang akan ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
Bulog juga menyewa gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 2 juta ton guna mengantisipasi peningkatan stok beras ke depan.
Rizal menyatakan, "Kita punya kemampuan gudang Bulog itu kan 4,3 juta ton yang sekarang. Sedangkan yang kita sewa ini (kapasitas) 2 juta (ton). Jadi, kita antisipasi (kapasitas gudang) 6 juta ton sehingga masih ada ruang untuk tambahan-tambahan berikutnya."
Total kapasitas penyimpanan Bulog diperkirakan mencapai sekitar 6 juta ton yang dinilai masih cukup untuk menampung tambahan stok.
Perum Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung sepanjang 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya









