Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu 10 Negara Desak Gencatan Senjata di Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menlu 10 Negara Desak Gencatan Senjata di Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah
Foto: (Sumber : Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. ANTARA/Anadolu/py/am.)

Pantau - Menteri luar negeri dari 10 negara bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak segera dilakukan gencatan senjata di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah.

Seruan Deeskalasi dan Perlindungan Sipil

Dalam pernyataan bersama, para menlu dari Belgia, Kroasia, Siprus, Prancis, Yunani, Italia, Malta, Belanda, Portugal, dan Inggris meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan permusuhan.

Mereka menyatakan, "Kami meminta semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi ketegangan serta kembali pada perjanjian penghentian permusuhan dan resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701."

Pernyataan itu juga mendesak Israel untuk tidak memperluas konflik, termasuk melalui operasi darat di wilayah Lebanon.

Selain itu, para pihak menekankan pentingnya menghormati integritas teritorial Lebanon serta melindungi warga sipil, tenaga kemanusiaan, dan pasukan penjaga perdamaian.

Eskalasi Konflik dan Dampak Kemanusiaan

Ketegangan meningkat sejak 2 Maret 2026 ketika Hizbullah kembali melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.

Israel merespons dengan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah Lebanon termasuk selatan negara itu, Lembah Beqaa, dan pinggiran Beirut.

Militer Israel bahkan mengumumkan operasi darat di Lebanon selatan pada 16 Maret 2026.

Konflik tersebut telah menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi secara paksa akibat meningkatnya kekerasan.

Seruan internasional ini diharapkan dapat menekan eskalasi dan membuka jalan bagi penyelesaian damai konflik di kawasan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf