
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan guna menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di Indonesia.
Dorong Akses dan Kesetaraan Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan pencanangan ini bertujuan memperluas akses pendidikan dan kesempatan bagi perempuan.
Ia mengatakan, "Sesuai dengan Asta Cita yang keempat Bapak Presiden, tentang penguatan sumber daya manusia dan juga pengarusutamaan gender, kami berkomitmen untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada para perempuan untuk memperoleh pendidikan dan memperoleh kesempatan mengembangkan potensi yang mereka miliki."
Menurutnya, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan akses pendidikan, stereotip gender, hingga ancaman kekerasan di ruang fisik dan digital.
Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Peran Pendidikan dan Rangkaian Program
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin menegaskan pendidikan menjadi sarana utama dalam pemberdayaan perempuan melalui penguatan literasi dan kesetaraan gender.
Ia menjelaskan bahwa bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, daya pikir kritis, serta ruang refleksi bagi kontribusi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Rangkaian kegiatan dalam pencanangan ini meliputi dialog kebijakan, kampanye edukatif, penguatan literasi, diseminasi praktik baik, hingga kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah berharap partisipasi perempuan dalam pembangunan dapat semakin meningkat dan menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan berkeadaban.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








