Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Catat 2.042 Tewas Akibat Serangan Fasilitas Medis di Sudan Sejak 2023

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PBB Catat 2.042 Tewas Akibat Serangan Fasilitas Medis di Sudan Sejak 2023
Foto: (Sumber: Situasi di Rumah Sakit Saudi di El Fasher, Negara Bagian Darfur Utara, Sudan, Jumat (13/12/2024), setelah diserang rudal. (ANTARA/Xinhua/Pemerintah Sudan).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan sedikitnya 2.042 orang tewas akibat serangan terhadap fasilitas layanan medis di Sudan sejak konflik pecah pada 2023.

Selain korban tewas, sebanyak 785 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan tercatat sebanyak 214 kejadian.

Serangan Meningkat dan Memprihatinkan

Pada kuartal pertama 2026 saja tercatat 184 orang tewas dan 295 orang luka-luka.

Data tersebut disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Dana Anak-Anak PBB.

"Serangan-serangan ini semakin membatasi akses ke layanan kesehatan pada saat layanan tersebut paling dibutuhkan," ujar Shible Sahbani.

UNICEF menilai serangan terhadap rumah sakit merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak.

Krisis Kemanusiaan Memburuk

Serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien dinilai melanggar hukum humaniter internasional.

Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung di Sudan.

PBB menyerukan semua pihak untuk melindungi fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

PBB juga meminta jaminan keselamatan warga sipil dan pekerja kemanusiaan.

Konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat telah berlangsung sejak April 2023.

Konflik tersebut menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Penulis :
Gerry Eka