
Pantau - Pemerintah Iran menyatakan Amerika Serikat secara prinsip telah menerima proposal berisi 10 poin yang bertujuan mengakhiri perang, yang akan menjadi dasar negosiasi kedua negara.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran menyebut proposal tersebut mencakup sejumlah poin penting, termasuk jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran dan pengakuan hak Teheran dalam pengayaan uranium.
Selain itu, proposal juga memuat pencabutan sanksi utama dan sekunder Amerika Serikat, penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran, serta penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
Iran juga mengusulkan pembayaran kompensasi dan penghentian permusuhan di berbagai wilayah konflik, termasuk di Lebanon.
SNSC menegaskan proposal ini akan menjadi kerangka awal menuju kesepakatan yang lebih luas, meski detail lengkapnya belum diungkap ke publik.
Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan dimulai pada Jumat, 10 April 2026, di Islamabad dengan mediasi Pakistan dan akan berlangsung selama dua pekan.
Selama periode tersebut, Iran menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut proposal Iran sebagai "dasar yang dapat diterapkan" untuk negosiasi dan telah menyetujui penundaan serangan selama dua pekan.
Namun, Iran menegaskan bahwa pembicaraan ini tidak berarti konflik telah berakhir dan kesepakatan akhir bergantung pada terpenuhinya seluruh syarat yang diajukan.
Perkembangan ini menjadi langkah awal dalam upaya meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya meningkat antara kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









