
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyerukan umat Islam bersatu untuk menjaga keselamatan Masjid Al Aqsha di tengah kebijakan Israel yang dinilai diskriminatif dan membahayakan keberlangsungan tempat suci tersebut.
Kecaman atas Kebijakan Israel
Hidayat Nur Wahid menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang membatasi umat Islam beribadah di Masjid Al Aqsha, khususnya selama Ramadhan hingga pertengahan Syawal.
Ia mengatakan, "Sikap double standard Israel ini wajib ditolak secara keras, membangkitkan umat untuk bersatu sesudah menyampaikan kutukan dengan melakukan kewajiban para pihak dan keseluruhan umat Islam."
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan diskriminasi karena umat Yahudi tetap diperbolehkan beribadah di kawasan yang sama dengan perlindungan aparat keamanan.
Ia juga menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan berkelanjutan yang berpotensi mengancam keberadaan Masjid Al Aqsha.
Dorongan Aksi Nyata Dunia Islam
Hidayat menegaskan bahwa situasi di Al Aqsha sudah berada pada kondisi serius dan membutuhkan respons konkret dari negara-negara Islam.
Ia menyebut, "Sikap radikal Israel seharusnya bisa menyadarkan bahwa persoalan ini bukan lagi persoalan yang main-main, melainkan persoalan yang serius dan nyata."
Ia mendorong pihak berwenang seperti Kementerian Wakaf Yordania dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah nyata, tidak hanya sebatas pernyataan kecaman.
Selain itu, ia menilai tindakan Israel telah melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, termasuk pelarangan ibadah bagi umat Islam dan pembatasan aktivitas keagamaan di Yerusalem.
Ia berharap negara-negara anggota OKI dapat bersatu dan mengambil langkah efektif guna melindungi Masjid Al Aqsha sebagai warisan penting umat Islam.
- Penulis :
- Aditya Yohan








