HOME  ⁄  Nasional

Lemhannas Desak Pemerintah Jamin Keselamatan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lemhannas Desak Pemerintah Jamin Keselamatan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Foto: (Sumber : Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily (tengah) saat jumpa pers di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) meminta pemerintah memastikan keselamatan prajurit TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon, menyusul meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut.

Evaluasi Misi dan Jaminan Keamanan Prajurit

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi prajurit agar dapat menjalankan tugas dengan optimal.

Ia mengatakan, "Saya kira dipastikan bahwa para prajurit kita dapat terjaga keselamatannya, dan saya kira pemerintah Indonesia terus melakukan evaluasi."

Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon merupakan kehormatan yang telah dijalankan dengan baik oleh TNI selama ini.

Namun, Ace menilai evaluasi tetap diperlukan, terutama setelah insiden gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas tersebut.

Dorong Ketegasan dan Investigasi PBB

Ace juga mendorong pemerintah bersikap tegas terhadap hasil investigasi PBB terkait serangan yang menyebabkan korban jiwa di kalangan prajurit TNI.

Ia mengatakan, "Pada prinsipnya kami di Lemhannas menginginkan supaya pastikan bahwa keselamatan para penjaga keamanan itu betul-betul terjamin."

Menurutnya, langkah evaluasi menyeluruh akan membantu pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga keselamatan prajurit sekaligus memastikan keberlanjutan misi perdamaian di Lebanon.

Pemerintah diharapkan terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian strategi guna melindungi personel TNI yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Penulis :
Ahmad Yusuf