HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Tambahan 20 Hari pada Mei di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jepang Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Tambahan 20 Hari pada Mei di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Foto: (Sumber : Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, Senin (19/1/2026). ANTARA/Xinhua/Pool/Rodrigo Reyes Marin/aa..)

Pantau - Jepang berencana melepaskan cadangan minyak tambahan setara 20 hari paling cepat pada awal Mei 2026 sebagai langkah antisipasi gangguan pasokan akibat ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Langkah Antisipasi Krisis Energi

Rencana tersebut disampaikan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pertemuan menteri di Tokyo pada Jumat (10/4) yang membahas situasi Timur Tengah.

Kebijakan ini akan melanjutkan pelepasan cadangan minyak sebelumnya yang telah berlangsung sejak pertengahan Maret dengan total sekitar 50 hari pasokan dari cadangan pemerintah, sektor swasta, dan negara produsen di kawasan Teluk.

Dalam pertemuan yang sebagian terbuka untuk media, Takaichi menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas energi nasional dengan menyatakan, "Kami akan mengambil setiap langkah yang mungkin untuk memastikan pasokan minyak mentah yang stabil."

Dampak Konflik Timur Tengah

Langkah Jepang ini diambil karena tingginya ketergantungan negara tersebut terhadap impor minyak dari Timur Tengah yang mencapai lebih dari 90 persen, dengan sebagian besar pengiriman melewati Selat Hormuz.

Selat strategis tersebut sempat diblokir Iran setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, sehingga memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.

Meski Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu pada Selasa lalu, kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum jelas.

Situasi diperumit dengan laporan serangan lanjutan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon yang berafiliasi dengan Iran meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai.

Sebagai informasi tambahan, kebijakan pelepasan cadangan minyak ini merupakan bagian dari strategi darurat Jepang untuk menjaga ketahanan energi di tengah potensi krisis berkepanjangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf