HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri Bahlil Ajak Masyarakat Terapkan Kebiasaan Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri Bahlil Ajak Masyarakat Terapkan Kebiasaan Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global
Foto: (Sumber : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) berbincang dengan petugas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar.)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga pasokan energi nasional sekaligus menekan dampak lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan Bahlil di Malang, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026), dengan menekankan langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan.

"Kalian kapan pulang? Pulang jam berapa? Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu," ungkapnya.

Upaya Hemat Energi di Tengah Krisis Global

Bahlil menyebutkan bahwa efisiensi energi menjadi semakin penting di tengah krisis energi global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menegaskan bahwa langkah hemat energi tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan energi, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, pemerintah terus mendorong masyarakat menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan baik di rumah maupun di tempat kerja.

Bahlil juga mengajak masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya efisiensi dan penggunaan energi bersih.

"Sekarang pakai mobil listrik ya, biar hemat energi dan tidak perlu antre di SPBU," kata dia.

Dorongan Kebijakan dan Pengecualian Sektor Energi

Pemerintah turut mendorong penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara guna mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar minyak.

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

Namun, sektor energi dikecualikan dari kebijakan tersebut karena memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan dan pelayanan energi nasional.

Petugas di sektor ini tetap diwajibkan hadir langsung di lapangan demi memastikan operasional berjalan optimal.

Penulis :
Aditya Yohan