
Pantau - Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad membahas sejumlah isu strategis, termasuk Selat Hormuz, program nuklir, pencabutan sanksi, serta penyelesaian konflik kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada keseriusan Amerika Serikat dalam mencapai kesepakatan.
Ia mengatakan, "keberhasilan negosiasi bergantung pada keseriusan Amerika Serikat," serta menekankan pentingnya penolakan terhadap "maksimalisme" dalam proses perundingan.
Selain itu, Iran juga menuntut pengakuan atas hak-haknya dalam setiap pembahasan, terutama terkait program nuklir dan pencabutan sanksi.
Delegasi Pakistan dalam pertemuan tersebut mengusulkan patroli bersama di Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk pengaturan pelayaran dan pengawasan bersama di wilayah strategis tersebut.
Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan anggota antara lain Abbas Araghchi, Ali Akbar Ahmadian, dan Abdolnaser Hemmati.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh J D Vance, dengan anggota Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Perundingan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mencapai penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk dampak perang dan stabilitas jalur perdagangan internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global, sehingga pengaturan keamanan dan pelayaran di wilayah tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan antara kedua negara.
- Penulis :
- Gerry Eka








