HOME  ⁄  Geopolitik

Hizbullah Nilai Rusia Berpotensi Redakan Konflik Timur Tengah di Tengah Ketegangan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hizbullah Nilai Rusia Berpotensi Redakan Konflik Timur Tengah di Tengah Ketegangan Global
Foto: (Sumber : Arsip - Anak-anak berusaha melindungi diri dari debu dan asap yang mengepul dari reruntuhan akibat serangan udara Israel yang menargetkan kawasan Corniche al-Mazraa di ibu kota Beirut, Lebanon, 10 April 2026. (ANTARA/Murat Şengül/Anadolu/pri).)

Pantau - Kelompok Hizbullah Lebanon menyatakan Rusia berpotensi memainkan peran penting dalam meredakan konflik di Timur Tengah melalui hubungan eratnya dengan negara-negara kawasan, termasuk Iran.

Rusia Dinilai Punya Pengaruh Strategis

Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah Mahmoud Komati menyebut Rusia memiliki posisi strategis untuk mendorong penyelesaian konflik.

"Rusia, melalui hubungannya dengan Republik Islam Iran dan negara-negara Arab, bisa memainkan peranan penting, dan itulah harapan kami," ungkapnya.

Namun, ia menilai peran tersebut kerap terhambat oleh kebijakan Amerika Serikat di kawasan.

AS Disebut Jadi Hambatan Diplomasi

Komati juga menyatakan bahwa Amerika Serikat, khususnya Presiden Donald Trump, berupaya memanfaatkan pengaruh Rusia dalam mendorong Iran menuju gencatan senjata.

"Cepat atau lambat, mereka akan membutuhkan Rusia," katanya.

Ia menambahkan Hizbullah memandang positif sikap Rusia yang dinilai berkomitmen pada hukum internasional, perlindungan hak asasi manusia, serta kedaulatan negara.

Meski demikian, ia menuding kawasan Timur Tengah saat ini masih didominasi oleh konflik, agresi, dan ketegangan yang dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf