
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian membela Paus Leo XIV di tengah kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pemimpin Gereja Katolik tersebut terkait sikapnya terhadap konflik Iran.
Pezeshkian menyampaikan pembelaan tersebut melalui pernyataan di media sosial X pada awal April 2026.
Ia menegaskan bahwa penghinaan terhadap Paus dan ajaran damai tidak dapat diterima oleh pihak mana pun.
“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan Anda melalui Allah,” ungkapnya.
Dukungan Internasional untuk Paus Leo XIV
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengecam kritik terhadap Paus.
Ia menyebut tindakan tersebut tidak hanya “tidak kristiani” tetapi juga merupakan “serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan”.
Dukungan terhadap Paus juga datang dari sejumlah pemimpin dunia.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan dukungannya dengan menekankan pentingnya pesan perdamaian yang disampaikan Paus.
“Siapa yang menabur angin, akan menuai badai. Sementara sebagian pihak menabur dunia dengan perang, Leo XIV menabur perdamaian dengan keberanian dan keteguhan,” ujarnya.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut menyebut kritik Trump terhadap Paus sebagai hal yang tidak dapat diterima.
Latar Belakang Kritik Trump
Sebelumnya, Paus Leo XIV mengkritik tindakan Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk ancaman terhadap rakyat Iran.
Ia juga menyinggung bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Trump yang kemudian melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Paus.
Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik dan diplomatik di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








