HOME  ⁄  Geopolitik

Prabowo Bertemu Putin di Moskow Bahas Energi dan Kemitraan Strategis di Tengah Geopolitik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Bertemu Putin di Moskow Bahas Energi dan Kemitraan Strategis di Tengah Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Presiden Prabowo Subianto (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI/aa..)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Moskow, Rusia, dan bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas kerja sama energi serta penguatan kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global, Senin (13/4).

Fokus Ketahanan Energi dan Geopolitik

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Indonesia mencari sumber energi alternatif yang lebih andal meski sebelumnya Iran telah memberikan jaminan keamanan bagi kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz.

Prabowo tiba di Rusia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya konsultasi dengan berbagai negara, termasuk Rusia, guna merespons perubahan geopolitik global yang cepat sekaligus memperkuat kerja sama bilateral.

Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global, khususnya di sektor energi.

Peluang Kerja Sama Energi Nuklir

Kerja sama energi menjadi isu utama dalam pertemuan tersebut, melanjutkan pembahasan pada kunjungan-kunjungan sebelumnya antara kedua negara.

Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung Indonesia dalam pengembangan energi nuklir sipil.

"Putin bahkan secara terbuka menyatakan kesiapan negaranya menjadi mitra Indonesia dalam pengembangan energi nuklir sipil," sebagaimana disampaikan dalam pertemuan bilateral tersebut.

Kunjungan ini menjadi yang ketiga bagi Prabowo ke Rusia sejak menjabat sebagai presiden, setelah sebelumnya melakukan lawatan ke Saint Petersburg pada Juni 2025 dan Moskow pada Desember 2025.

Langkah tersebut mencerminkan upaya aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, khususnya di sektor energi baru dan terbarukan.

Penulis :
Aditya Yohan