HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen PBB Desak AS dan Iran Lanjutkan Negosiasi di Tengah Dampak Global Konflik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sekjen PBB Desak AS dan Iran Lanjutkan Negosiasi di Tengah Dampak Global Konflik
Foto: Orang-orang berjalan melewati pusat pers untuk pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu 11/4/2026 (sumber: Xinhua/Wang Shen)

Pantau - Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyerukan agar negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terus dilanjutkan setelah perundingan di Islamabad belum mencapai kesepakatan.

Negosiasi Dinilai Langkah Positif

Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa diskusi yang dimediasi Pakistan tersebut menunjukkan keseriusan kedua pihak.

Ia mengatakan pembicaraan tersebut merupakan langkah positif dan bermakna untuk memulai kembali dialog di tengah ketegangan.

"Mengingat perbedaan yang sangat mengakar, kesepakatan tidak dapat dicapai dalam semalam, dan sekjen menyerukan agar perundingan dilanjutkan secara konstruktif agar kesepakatan dapat diraih," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan militer bukan solusi bagi konflik yang sedang berlangsung.

"Setelah berminggu-minggu kehancuran dan penderitaan, jelas bahwa tidak ada solusi militer bagi konflik saat ini," kata Dujarric.

Dampak Global dan Seruan Stabilitas

Sekjen PBB menekankan bahwa gencatan senjata harus dipertahankan dan semua pelanggaran dihentikan oleh pihak-pihak terkait.

Selain itu, semua pihak diminta menghormati kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai hukum internasional.

Gangguan perdagangan maritim di kawasan tersebut berdampak luas terhadap ekonomi global dan meningkatkan ketidakamanan di berbagai sektor.

Distribusi pupuk dan bahan bakunya turut terganggu, sehingga memperbesar risiko kerawanan pangan bagi jutaan orang di dunia.

Dampak lanjutan lainnya adalah kenaikan biaya hidup akibat terganggunya pasokan bahan bakar, transportasi, serta rantai distribusi global.

Perundingan antara AS dan Iran di Islamabad berlangsung dalam beberapa hari terakhir dengan harapan meredakan ketegangan yang telah memicu gangguan ekonomi global.

Namun hingga kini, kedua pihak masih belum mencapai titik temu dalam isu-isu utama yang menjadi sumber konflik.

Penulis :
Shila Glorya