HOME  ⁄  Geopolitik

NATO Pastikan Pasokan Senjata AS ke Ukraina Tetap Berlanjut Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

NATO Pastikan Pasokan Senjata AS ke Ukraina Tetap Berlanjut Meski Konflik Timur Tengah Memanas
Foto: (Sumber : Markas NATO di Brussel, Belgia. /ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/am..)

Pantau - NATO memastikan pasokan senjata dari Amerika Serikat (AS) ke Ukraina tetap berlanjut meski konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan memicu ketidakpastian global.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyampaikan bahwa aliran bantuan militer tetap berjalan dan menjadi prioritas bersama negara-negara aliansi.

“Kabar baiknya adalah aliran pasokan terus berlanjut. Kita harus memastikan seluruh stok persenjataan kita terisi kembali, karena ini bukan hanya masalah Amerika Serikat, tetapi juga masalah Eropa," ujarnya dalam konferensi pers di Berlin, Rabu (15/04).

Target Pendanaan dan Tantangan Aliansi

Rutte menegaskan NATO perlu meningkatkan produksi industri pertahanan sekaligus memastikan Ukraina tetap mendapatkan dukungan untuk bertahan dalam pertempuran.

“Kita perlu meningkatkan produksi industri pertahanan. Pada saat yang sama, kita harus memastikan Ukraina memiliki apa yang dibutuhkan untuk tetap bertahan dalam pertempuran,” katanya menambahkan.

Ia juga optimistis negara-negara NATO di Eropa dapat memenuhi target pembelian senjata dari AS senilai 15 miliar dolar AS hingga akhir 2026.

“Saya optimistis bahwa kita akan mampu mendanai aliran pasokan dari Amerika Serikat,” ujar Rutte.

Mekanisme Bantuan dan Kebutuhan Ukraina

Sebelumnya, NATO dan AS meluncurkan mekanisme Prioritized Ukraine Requirements List (PURL) untuk mempercepat pengiriman senjata melalui kontribusi sukarela negara anggota.

Namun, program tersebut menghadapi kendala karena sebagian besar pendanaan masih ditopang oleh sejumlah kecil negara.

Duta Besar Ukraina untuk NATO Alena Getmanchuk menyebutkan kondisi ini menyulitkan penggalangan dukungan tambahan.

Ukraina diperkirakan membutuhkan sekitar 15 miliar dolar AS untuk pembelian senjata dari AS pada tahun ini, dengan total kebutuhan bantuan luar negeri mencapai 52 miliar dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf