HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Sambut Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran sebagai Langkah Tepat di Tengah Gencatan Senjata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Sambut Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran sebagai Langkah Tepat di Tengah Gencatan Senjata
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyambut pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran sebagai langkah tepat di tengah upaya gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Dukungan PBB terhadap Kebebasan Navigasi

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa keputusan Iran membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dinilai positif untuk menjaga stabilitas kawasan.

"Sekretaris Jenderal (PBB) menyambut pengumuman hari ini oleh Republik Islam Iran bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Sekretaris Jenderal menganggap ini sebagai langkah yang tepat," kata Dujarric.

PBB juga menekankan pentingnya seluruh pihak dalam konflik Timur Tengah untuk menghormati kebebasan navigasi di jalur perdagangan global tersebut.

Upaya Diplomasi dan Dinamika Konflik

Dujarric menegaskan bahwa PBB terus mendukung jalur diplomasi guna mencapai penyelesaian damai dalam konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

"Sekretaris Jenderal tetap mendukung penuh upaya diplomatik untuk menemukan jalan damai keluar dari konflik saat ini. Beliau juga berharap bahwa, bersama dengan gencatan senjata, langkah ini akan berkontribusi untuk menciptakan kepercayaan antara para pihak dan memperkuat dialog yang sedang berlangsung yang difasilitasi oleh Pakistan," ujarnya.

Sebelumnya, Iran mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial selama periode gencatan senjata, sementara Amerika Serikat masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan lanjutan.

Konflik antara kedua negara memanas sejak serangan militer pada Februari lalu yang memicu aksi balasan dan perundingan intensif, termasuk pembicaraan di Islamabad yang belum menghasilkan kesepakatan final.

Penulis :
Ahmad Yusuf