
Pantau - Thailand menyatakan dukungan terhadap kembalinya Myanmar untuk berpartisipasi penuh dalam ASEAN setelah Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow bertemu Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada Rabu (22/4).
Thailand Dorong Rekonsiliasi dan Keterlibatan Regional
Sihasak mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Myanmar bertujuan mempromosikan perdamaian, memperkuat kerja sama perbatasan, dan mendorong keterlibatan regional yang diperbarui.
Ia menegaskan Thailand mendukung proses kembalinya Myanmar ke ASEAN melalui pendekatan bertahap sambil mendesak Naypyidaw mengatasi berbagai kekhawatiran negara anggota.
Sihasak juga menyambut langkah Myanmar yang memberikan grasi kepada sejumlah tokoh politik sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional.
Langkah Grasi dan Situasi Keamanan Jadi Sorotan
Myanmar sebelumnya mengumumkan perubahan hukuman mati menjadi penjara seumur hidup, termasuk bagi mantan Presiden Aung San Suu Kyi yang kini menjalani hukuman panjang setelah divonis dalam sejumlah kasus.
Langkah tersebut menjadi grasi pertama sejak Min Aung Hlaing menjabat sebagai presiden pada awal bulan ini.
Selain itu, Sihasak menyerukan deeskalasi konflik dan gencatan senjata penuh setelah insiden pesawat tempur Myanmar yang secara keliru menjatuhkan bom di wilayah Thailand.
Thailand juga tengah menjajaki kerja sama dengan ASEAN dan organisasi internasional untuk memperluas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Myanmar.
- Penulis :
- Aditya Yohan








