HOME  ⁄  Geopolitik

Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus, Hubungan Ankara-Teheran Disebut Jadi Alasan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus, Hubungan Ankara-Teheran Disebut Jadi Alasan
Foto: (Sumber : Arsip - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye pada 6 April 2026. ANTARA/Mehmet Ali Özcan/Anadolu/pri. (ANTARA/Mehmet Ali Özcan/Anadolu/pri).)

Pantau - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan belum menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa di Siprus pada 23-24 April, dengan perubahan sikap Brussel terhadap Ankara disebut berkaitan dengan hubungan erat Turki dan Iran.

Alasan Erdogan Tidak Diundang

Laporan Euractiv yang mengutip sejumlah pejabat Uni Eropa menyebut Erdogan tidak masuk dalam daftar pemimpin yang diundang ke forum tersebut.

Wakil Menteri Urusan Eropa Siprus Marilena Raouna menyebut alasan tidak diundangnya Erdogan terkait "perkembangan geopolitik", demikian dikutip dalam laporan itu.

Selain Erdogan, para pemimpin Lebanon, Yordania, Mesir, Suriah, serta sekretaris jenderal Dewan Kerja Sama Teluk justru dijadwalkan hadir dalam KTT pada Jumat (24/4).

Laporan itu juga menyebut perubahan sikap Brussel terhadap Turki tampak jelas dan sebagian besar dipengaruhi kedekatan Ankara dengan Teheran.

Erdogan Bahas Gencatan Senjata Iran

Sebelumnya, Erdogan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif terkait proses gencatan senjata di Iran.

Menurut kantor kepresidenan Turki, Erdogan menyampaikan apresiasi kepada Sharif atas perannya dalam proses tersebut.

"Presiden Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Sharif atas perannya dalam proses gencatan senjata ini," demikian pernyataan kantor kepresidenan Turki.

"Presiden Erdogan menyatakan bahwa periode gencatan senjata selama dua pekan harus dimanfaatkan secara efektif, Dia juga menegaskan kembali bahwa Turki akan terus berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang langgeng," lanjut pernyataan itu.

Perdana Menteri Pakistan dalam pembicaraan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Erdogan atas kontribusinya terhadap proses perdamaian.

Penulis :
Ahmad Yusuf