
Pantau - Hizbullah melancarkan empat operasi militer terhadap tentara Israel sebagai balasan atas dugaan pelanggaran gencatan senjata di wilayah Lebanon selatan pada Rabu (22/4).
Serangan Drone dan Target Militer Israel
Hizbullah menyatakan pihaknya menembak jatuh empat drone pengintai milik Israel di atas Desa Mansouri dalam salah satu operasi tersebut.
"Para pejuang perlawanan Islam menembak jatuh empat drone pengintai Israel di atas Desa Mansouri pada Rabu," demikian pernyataan Hizbullah.
Selain itu, serangan juga dilaporkan terjadi di Desa Qantara dan Bayada yang menargetkan personel militer Israel.
Di Qantara, sebuah drone bunuh diri dilaporkan menyerang kendaraan jenis SUV yang membawa perwira Israel.
Pernyataan Tegas soal Gencatan Senjata
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem sebelumnya menegaskan bahwa gencatan senjata harus berlaku dua arah dan tidak bisa hanya dipatuhi sepihak.
"Tidak ada gencatan senjata dari satu pihak saja," kata Qassem dalam pernyataannya.
Ia menambahkan Hizbullah akan merespons setiap pelanggaran dengan tindakan yang dianggap sesuai.
Qassem juga menyebut lima syarat utama, yakni penghentian total pertempuran, penarikan pasukan Israel, pembebasan tahanan, kembalinya warga yang mengungsi, serta rekonstruksi dengan dukungan internasional.
Hizbullah menegaskan tetap berkomitmen memperjuangkan kedaulatan Lebanon dan membuka peluang kerja sama dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








