
Pantau - Akademisi hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mendorong Indonesia memperkuat peran diplomasi secara substantif melalui optimalisasi kerja sama multilateral guna menjaga relevansi global, Jumat (24/4/2026).
Dorongan Kalibrasi Ulang Diplomasi Indonesia
Dinna Prapto Raharja menilai diplomasi Indonesia perlu dikalibrasi ulang agar tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menghasilkan dampak nyata.
Ia mengusulkan agar diplomat dan duta besar aktif memberikan masukan strategis terkait jalur multilateral yang ada maupun yang berkembang.
“Multilateralisme menjanjikan kepastian bahwa komunikasi antar pihak, kesepakatan mencari solusi atas perbedaan pandangan dan kecurigaan, akan didahulukan melalui jalur diplomasi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting di tengah dinamika global yang semakin kompleks akibat pengaruh negara-negara besar.
Perkuat Prinsip Bebas Aktif dan Peran Global
Dinna menegaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif harus diwujudkan melalui sikap independen dalam pengambilan keputusan internasional.
“Kita harus hidup dalam keberanian bahwa prinsip polugri kita adalah memperjuangkan norma-norma keadilan sosial, perdamaian melalui diplomasi, melindungi kemanusiaan dan HAM, dan menjadi contoh demokrasi yang sejati,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara kebijakan di tingkat kepala negara dan implementasi oleh diplomat di berbagai forum internasional seperti PBB, ASEAN, OKI, dan BRICS.
Selain itu, Indonesia dinilai perlu mengeksplorasi kerja sama multilateral baru serta memperluas kemitraan di sektor energi, pangan, dan perdagangan.
Penguatan multilateralisme diharapkan mampu meningkatkan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas global dan mendorong kerja sama internasional yang lebih efektif.
- Penulis :
- Aditya Yohan








