
Pantau - Iran mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandab, jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, jika Amerika Serikat terus meningkatkan blokade laut terhadap negaranya, Jumat (24/4/2026).
Ancaman Penutupan Jalur Strategis
Ancaman tersebut dilaporkan kantor berita Fars pada Kamis (23/4), yang menyebut Teheran telah menyiapkan berbagai skenario respons terhadap potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.
Iran menyatakan akan bertindak sesuai langkah lawan, baik melalui serangan balasan maupun aksi pencegahan terhadap target strategis.
Dalam rencana tersebut, Iran disebut akan menyerang pembangkit listrik serta fasilitas minyak dan gas di Israel dan sekutu AS di Timur Tengah jika fasilitas serupa di wilayahnya diserang.
Skenario Balasan dan Eskalasi Konflik
Selain itu, jika serangan menimbulkan korban sipil dan militer, Iran mengancam akan menghancurkan pusat teknologi informasi di kawasan Timur Tengah.
Dalam skenario invasi darat oleh AS, Teheran juga menyiapkan operasi militer bersama sekutunya serta menargetkan personel militer AS di negara-negara yang menjadi basis militernya.
Ketegangan ini berawal dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di Iran.
Meski sempat disepakati gencatan senjata dua pekan pada 7 April dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad, konflik belum menunjukkan penyelesaian, sementara AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata tanpa menghentikan blokade, serta membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur perdagangan global di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








