
Pantau - Pemerintah Selandia Baru dan Australia membahas penguatan keamanan pasokan bahan bakar serta dampak ekonomi akibat guncangan global dalam dialog tahunan yang digelar di Brisbane, Jumat (24/4).
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Keuangan Selandia Baru Nicola Willis dan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers.
Pemerintah Selandia Baru menyatakan fokus pembahasan mencakup pengendalian tekanan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah, penguatan rantai pasokan, serta koordinasi respons terhadap gejolak geopolitik dan ekonomi.
Dampak Global dan Tekanan Harga
Nicola Willis mengungkapkan bahwa kerja sama ini penting untuk meredam dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait kenaikan harga energi.
"Integrasi yang lebih kuat berarti ketahanan yang lebih besar di tengah guncangan global," kata Willis.
Selain itu, kedua negara juga membahas dampak kenaikan biaya bahan bakar dan distribusi barang terhadap negara-negara kepulauan Pasifik.
Dorong Integrasi Ekonomi Regional
Dalam pertemuan tersebut, Selandia Baru dan Australia sepakat melanjutkan bantuan bersama mitra internasional seperti Bank Dunia dan Asian Development Bank.
Keduanya juga menyoroti pentingnya memperdalam integrasi ekonomi melalui agenda Single Economic Market guna meningkatkan ketahanan kawasan.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus memperkuat kerja sama strategis di tengah ketidakpastian global.
- Penulis :
- Aditya Yohan







